Blog

  • Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Cipayung, Satu Motor Diamankan

    Jakarta – Tim Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan wilayah melalui patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan, Jumat (17/7) dini hari. Patroli menyasar sejumlah titik rawan kejahatan jalanan, mulai dari aksi 3C, tawuran, hingga balap liar. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas membubarkan aksi balap liar di kawasan Jalan Pintu Taman Mini 1, Cipayung, Jakarta Timur.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan “patroli gabungan merupakan langkah preventif yang terus dioptimalkan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga, terutama pada malam hingga dini hari ketika potensi gangguan kamtibmas meningkat. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat”, Ujarnya.

    Ia menegaskan, setiap laporan dari masyarakat akan direspons secara cepat dan profesional agar potensi gangguan keamanan tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan pengguna jalan maupun lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil membubarkan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar serta mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat yang tidak dilengkapi dokumen kendaraan. Kendaraan tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses lebih lanjut.

    Selain melakukan penindakan, patroli gabungan juga menyisir sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Jakarta Timur, termasuk kawasan Cawang dan Pasar Rebo, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya kegiatan. Kehadiran personel diharapkan mampu mencegah munculnya aksi kriminalitas maupun gangguan ketertiban yang berpotensi meresahkan masyarakat.

    Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam balap liar maupun aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Apabila menemukan tindak kejahatan atau situasi yang membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat dapat segera menghubungi Layanan Kepolisian 110 agar laporan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

  • Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Humanis dalam Aksi Penyampaian Pendapat

    Jakarta – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan yang humanis, sabar, dan terukur dalam melayani kegiatan penyampaian pendapat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

    Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, arahan tersebut disampaikan Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel.

    “Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” ujarnya.

    Menurutnya, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.

    “Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” jelasnya.

    Sebanyak 4.839 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemprov DKI Jakarta.

    Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

    Kombes Budi menambahkan, seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.

    “Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegasnya.

    Personel ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan.

    Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.

    Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110.

  • Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri

    Sorong, Papua Barat Daya – Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si., mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli agar mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Komjen Pol. Fadil Imran saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan.

    Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

    Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

    “Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani,” ujar Fadil.

    Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

    Ia menjelaskan bahwa alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.

    “Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting,” katanya.

    Untuk mendukung hal tersebut, Astamaops Kapolri meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari waktu laporan diterima, waktu penugasan personel, hingga waktu kedatangan anggota di lokasi. Pengukuran tersebut dinilai penting agar pimpinan dapat mengetahui setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

    Selain memperkuat Layanan Polisi 110, Fadil juga menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian agar masyarakat tidak dibebani dengan struktur internal organisasi.

    “Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat,” tegasnya.

    Menurutnya, Layanan Polisi 110, Pamapta, SPKT, Samapta, patroli, Lantas hingga Reskrim harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera berubah menjadi keputusan operasional dan tindakan di lapangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga memperkenalkan paradigma baru mengenai fungsi Command Center. Ia menegaskan bahwa Command Center tidak boleh dipandang semata sebagai ruangan dengan layar besar dan teknologi canggih, melainkan sebagai pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap persoalan masyarakat terselesaikan.

    “Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani,” jelasnya.

    Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu kelengkapan fasilitas untuk mulai membangun sistem pelayanan yang efektif. Menurutnya, Command Center dapat berjalan optimal selama memiliki operator yang siap, Layanan Polisi 110 yang aktif, komunikasi radio yang terhubung, data personel yang dapat digerakkan, serta pimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cepat.

    Selain memperkuat pelayanan yang bersifat responsif, Astamaops Kapolri juga mendorong pemanfaatan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan kejahatan.

    Berdasarkan data DORS Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.429 kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.503 kasus. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi jenis kejahatan yang paling dominan, dengan 613 kasus pada tahun 2025 dan 363 kasus selama Januari–Juni 2026.

    Fadil meminta data tersebut tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi diterjemahkan menjadi informasi operasional melalui pemetaan lokasi dan waktu rawan kejahatan sehingga patroli dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

    “Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat,” ujarnya.

    Ia berharap pendekatan berbasis data mampu mengubah pola kerja kepolisian dari yang semula lebih banyak bersifat reaktif menjadi semakin preventif melalui kehadiran personel pada lokasi dan waktu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

    Menutup arahannya, Fadil menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut pada akhirnya bertujuan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, humanis, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    “Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai seberapa canggih teknologi yang kita miliki ataupun seberapa besar layar yang ada di Command Center. Masyarakat menilai apakah ketika membutuhkan pertolongan, polisi dapat hadir dengan cepat dan membantu menyelesaikan masalahnya,” pungkasnya.

  • Operasi cipta kondisi antisipasi begal, curanmor, dan narkoba, Polsek Tebet intensifkan patroli dini hari

    Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Tebet melaksanakan Operasi Cipta Kondisi pada Jumat, 17 Juli 2026, mulai pukul 01.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kapolsubsektor Menteng Dalam, Ipda Edi Subagiyo, S.H., di Mako Polsek Tebet.

    Dalam arahannya, personel diingatkan untuk meningkatkan patroli dialogis pada jam-jam rawan guna mengantisipasi aksi begal, curanmor, serta peredaran narkoba. Selain itu, personel juga diinstruksikan memberikan imbauan secara humanis kepada para remaja yang masih berkumpul pada malam hari, segera melaporkan setiap kejadian menonjol melalui HT, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan.

    Operasi dilaksanakan dengan kekuatan tujuh personel Polsek Tebet yang menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Tebet, meliputi Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT Haryono, Jalan Asem Baris Raya, Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, hingga Jalan Dr. Sahardjo. Razia kendaraan dilaksanakan di Jalan Manggarai Utara I dengan sasaran senjata tajam, pelaku begal, narkoba, dan curanmor.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan satu unit kendaraan roda dua yang tidak menggunakan pelat nomor sesuai ketentuan. Pengendara diberikan teguran, dilakukan pemasangan pelat nomor yang semestinya, serta diberikan imbauan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas.

    Secara keseluruhan, kegiatan operasi berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas, khususnya begal, curanmor, dan peredaran narkotika, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tebet tetap aman, nyaman, dan kondusif.

  • Team Patroli Perintis Presisi Polres Jaksel Patroli Semalaman, Amankan Rayon Selatan

    JAKARTA SELATAN – Team Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan patroli malam hingga dini hari untuk mengantisipasi tawuran, balap liar dan kejahatan jalanan di wilayah Rayon Selatan, Kamis 16 Juli 2026 pukul 11.00 Wib s/d Jumat 17 Juli 2026 pukul 05.00 Wib.

    Patroli dipimpin Aipda Handriyadi dengan kekuatan 8 personil dan 5 unit R2.

    Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengamanan penyampaian pendapat di muka umum di Kantor Notaris Jimmy Tannal, The H Tower Jl. HR. Rasuna Said, Setiabudi pukul 11.00 Wib.

    Memasuki malam, tim melaksanakan strong point di beberapa titik rawan:

    1. Pukul 20.00 Wib – Pos Pantau Taman Tuyul Manggarai

    2. Pukul 00.45 Wib – Kolong Rawajati Kalibata

    3. Pukul 01.10 Wib – Jl. Raya Pasar Minggu

    4. Pukul 01.30 Wib – TL Pol Tangan Tanjung Barat

    5. Pukul 01.50 Wib – Depan Aeon Mall Jl. Lenteng Agung

    6. Pukul 03.00 Wib – Jl. Kaffi 2 Jagakarsa

    7. Pukul 03.15 Wib – Pintu Masuk Taman Margasatwa Ragunan

    8. Pukul 04.00 Wib – Jl. Ampera Raya

    Selain strong point, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap pemuda yang mencurigakan di Jl. Kebagusan Raya pukul 02.20 Wib dan di area Makam Tanah Kusir pukul 03.40 Wib. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang berbahaya. Para pemuda kemudian diberikan imbauan agar segera pulang.

    Secara keseluruhan kegiatan berjalan aman, tertib dan terkendali. Tidak ditemukan kejadian menonjol terkait tawuran, balap liar maupun kejahatan jalanan selama patroli berlangsung.

    Tim kembali ke Mako Polres Metro Jakarta Selatan pukul 05.00 Wib dan menutup rangkaian patroli.

  • Polsek Metro Kebayoran Baru Gelar Razia Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Metro Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan razia cipta kondisi guna mengantisipasi kejahatan jalanan (3C) serta aksi tawuran di wilayah hukumnya, pada Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Kegiatan diawali dengan apel kesiapan pada pukul 01.00 WIB yang dipimpin oleh Kasubnit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H. Selanjutnya, pada pukul 01.20 WIB, personel melaksanakan razia di Jalan Kyai Maja, tepatnya di depan Mapolsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengendara guna mencegah potensi tindak kriminalitas serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran berupa pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, serta tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK. Kendaraan yang terjaring merupakan Suzuki GSX 150 tanpa pelat nomor.

    Kegiatan yang melibatkan 9 personel Polsek Metro Kebayoran Baru di bawah pimpinan Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H. tersebut berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 01.40 WIB.

    Melalui kegiatan razia rutin ini, Polsek Metro Kebayoran Baru menegaskan komitmennya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan maupun aksi tawuran.

  • CIPTA KONDISI JUMAT DINI HARI, POLSEK PANCORAN PATROLI ANTISIPASI BEGAL DAN NARKOBA 

    Jakarta Selatan – Operasi Cipta Kondisi untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Apel digelar Jumat dini hari (17/07/2026) pukul 01.00 WIB di Jl. Hj. Tutty Alawiyah, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran.

    Apel dipimpin oleh Pawas 2.0 Panit Reskrim Polsek Pancoran Aiptu Raja Dharma, S.H. dengan kekuatan 7 personel Polsek Pancoran.

    Fokus Bubarkan Kerumunan dan Antisipasi Kejahatan Jalanan 

    Dalam arahannya, Aiptu Raja Dharma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Operasi 2.1 Razia Cipta Kondisi sesuai atensi pimpinan. Sasaran utama adalah antisipasi kejahatan jalanan melalui patroli mobile skala sedang ke titik-titik kerumunan masyarakat seperti tempat nongkrong di wilayah hukum Polsek Pancoran.

    “Kepada para pemuda yang nongkrong di tempat rawan agar segera dibubarkan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan, terutama tawuran dan kejahatan jalanan,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi. Berkat laporan warga, beberapa potensi tawuran di wilayah Pancoran dapat dicegah lebih awal.

    “Tidak hanya tawuran, kejahatan jalanan seperti begal, curas, curat, curanmor 3C dan narkoba juga menjadi atensi pimpinan. Mari kita sama-sama waspada dan menerapkan buddy system. Saling menjaga satu sama lain. Jangan underestimate terhadap apapun,” ujarnya.

    Sasaran dan Rute Patroli 

    Sasaran operasi meliputi daerah rawan gangguan kamtibmas, trotoar yang dijadikan tempat berkumpul dan parkir sepeda motor, serta jalan raya yang sering digunakan untuk balap liar dan titik kumpul komunitas motor.

    Barang sasaran dalam Ops Cipkon adalah handak, minuman keras, narkoba, pembubaran kerumunan, aksi begal, dan curanmor.

    Rute patroli mobile meliputi Jl. Pengadegan Barat, Jl. Pengadegan Timur, Jl. Rawajati Timur, Jl. Ps. Minggu Raya, Jl. TMPN Kalibata, Jl. Komplek DPR, dan Jl. Duren Tiga Raya. Petugas juga melaksanakan strong point dan patroli blue light. Titik stationer ditetapkan di Jl. Duren Tiga Timur, Kelurahan Duren Tiga.

    Potensi Kerawanan 

    Potensi yang diantisipasi dalam operasi ini adalah tawuran antar warga, kejahatan jalanan, aksi begal, dan peredaran narkoba.

    Kegiatan Operasi Cipta Kondisi ini merupakan bentuk komitmen Polsek Pancoran bersama unsur 3 Pilar untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pancoran.

  • Patroli Dini Hari Polsek Pesanggrahan Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Jalanan

    Jakarta Selatan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Pesanggrahan kembali melaksanakan Operasi Pencegahan Begal, Curanmor, dan Narkoba di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan pada Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Kegiatan tersebut di bawah pengawasan Kapolsubsektor Permai Aiptu Sri Hartadi, dengan kendali Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA.

    Operasi difokuskan melalui patroli mobile, strong point, serta razia stasioner di sejumlah lokasi strategis, di antaranya Pos Pantau Ulujami Raya, Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan, Jalan RC Veteran, Jalan Swadarma Raya, Jalan Palem 8, Jalan Damai, hingga kawasan SPBU Rempoa. Patroli juga menyisir ruas Jalan Ulujami Raya, Bintaro Permai Raya, RC Veteran Raya, Jalan Kesehatan Raya, dan Bintaro Taman Barat.

    Sasaran operasi meliputi pencegahan aksi begal, curat, curas, curanmor (3C), balap liar, tawuran, premanisme, penyalahgunaan narkoba, serta kepemilikan senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak tanpa izin. Selain melakukan pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam agar segera kembali ke rumah demi menjaga keamanan bersama.

    Dalam pelaksanaan operasi, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat dilakukan pemeriksaan. Kendaraan tersebut kemudian diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

    Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA. menegaskan bahwa operasi rutin dini hari merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kejahatan jalanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

    “Kami akan terus meningkatkan patroli dan operasi pada jam-jam rawan sebagai upaya mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kapolsek.

    Hingga operasi berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar.

  • Polsek Kebayoran Lama Gelar Operasi Kepolisian, Antisipasi Aksi 3C dan Balap Liar di Wilayah Kebayoran Lama

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Kebayoran Lama melaksanakan operasi kepolisian melalui kegiatan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Razia Stasioner di sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama.

    Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, tawuran warga, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas pengendara, serta penggeledahan terhadap kendaraan yang dicurigai.

    Pada operasi yang digelar Jumat (17/7/2026) dini hari di Jl. Ciputat Raya, Kebayoran Lama Selatan tersebut, petugas berhasil mengamankan 2 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat. Kedua kendaraan tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Kebayoran Lama untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

    Melalui kegiatan operasi kepolisian ini, Polsek Kebayoran Lama berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran anggota di lapangan guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas dan menciptakan situasi yang aman, tertib, serta kondusif di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.

  • Bhabinkamtibmas Gandaria Selatan Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Hukum kepada Siswa Baru melalui MPLS di SDN 01

    Jakarta Selatan – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gandaria Selatan, Aiptu Agung, bersama Brigadir Eko melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 01 Gandaria Selatan yang berlokasi di Jalan Teladan, Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, dengan memberikan pembinaan kepada para siswa sejak awal memasuki tahun ajaran baru. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini.

    Dalam penyampaiannya, Aiptu Agung mengajak para siswa untuk menjadi pelajar yang berkarakter, saling menghormati sesama teman dan guru, menjauhi perilaku bullying, serta selalu mematuhi aturan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu, siswa juga diimbau agar berani menyampaikan kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang mengarah pada perundungan maupun perilaku negatif lainnya.

    Brigadir Eko menambahkan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan MPLS merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pihak sekolah dalam membangun generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.

    Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan semangat, menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk karakter pelajar yang berkualitas dan berakhlak baik.