Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Mampang melaksanakan Operasi Razia Cipta Kondisi. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Kapolsubsektor Gatot Subroto, IPTU Jujur Hutagalung, dengan penekanan agar seluruh personel bertugas secara profesional, humanis, dan sesuai SOP.
Patroli serta razia difokuskan pada titik-titik rawan di wilayah hukum Polsek Mampang, meliputi Jalan Mampang Prapatan Raya, Taman Kemang, Bangka Raya, Kemang Raya, hingga Jalan Kapten P. Tendean. Sasaran operasi meliputi pencegahan peredaran narkoba, aksi tawuran, begal, Curat, Curas, Curanmor, kepemilikan senjata tajam, minuman keras, serta pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan serta pengendaranya tidak menggunakan helm, untuk dilakukan pemeriksaan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, Polsek Mampang menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polsek Tebet melaksanakan Operasi Cipta Kondisi sebagai upaya pencegahan tindak kejahatan jalanan, khususnya begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Tebet, Jakarta Selatan.
Kegiatan diawali dengan apel pada pukul 01.00 WIB di Mako Polsek Tebet yang dipimpin oleh AKP Riyar Juniyarta, S.H., M.H. Dalam arahannya, pimpinan apel mengapresiasi soliditas seluruh personel yang terus bersinergi dalam menjaga kondusifitas wilayah. Personel juga diinstruksikan untuk mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis, khususnya dalam memberikan imbauan kepada para remaja yang masih berkumpul pada malam hari guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Operasi melibatkan 10 personel gabungan yang terdiri dari 8 personel Polsek Tebet dan 2 personel Pokdarkamtibmas. Patroli mobile dilaksanakan menyusuri sejumlah titik rawan, antara lain Mako Polsek Tebet, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT. Haryono, Jalan Asem Baris Raya, Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, hingga Jalan Dr. Sahardjo. Selain patroli mobile, petugas juga menempatkan personel pada titik strong point di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet Barat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Petugas mengamankan seorang pengendara sepeda motor Yamaha Fino warna putih Nomor Polisi B-6778-UUQ yang kedapatan tidak menggunakan helm sebagai bentuk penegakan disiplin berlalu lintas sekaligus upaya menciptakan keamanan di jalan raya.
Melalui kegiatan ini, Polsek Tebet bersama unsur 3 Pilar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli preventif dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman kejahatan jalanan maupun penyalahgunaan narkoba.
PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus membuktikan komitmennya untuk hadir lebih dekat dan membaur di tengah masyarakat. Dalam momen peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel secara resmi menggelar Kejuaraan Badminton Kapolda Cup VI Tahun 2026 yang sukses menyedot antusiasme luar biasa dengan total 1.078 peserta dari berbagai kalangan.
Acara pembukaan yang digelar meriah di GOR Badminton Drs. Warsito, S.H., Komplek Pakri Palembang pada Minggu (5/7/2026) pagi ini, tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga semata. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi wujud nyata sinergitas dan keakraban antara Polri, unsur Forkopimda, instansi swasta, hingga masyarakat luas.
Pembukaan kejuaraan ini dipenuhi sorak sorai penonton, terutama saat laga ekshibisi antar-pimpinan daerah berlangsung penuh keakraban. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, tampil berpasangan dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Pasangan eksekutif ini bertanding sengit nan menghibur dalam laga persahabatan melawan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho yang berduet dengan Irjen Pol. (Purn.) Eko Indra Heri.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya bintang tamu istimewa, yakni legenda bulu tangkis kebanggaan Indonesia asal Palembang, Mohammad Ahsan, bersama peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000, Tri Kusharjanto. Kehadiran dua ikon olahraga ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para atlet muda yang bertanding.
Ketua Pelaksana sekaligus Dirbinmas Polda Sumsel, Kombes Pol. Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., dalam laporannya merincikan bahwa kejuaraan yang berlangsung pada 4 hingga 11 Juli 2026 ini mempertandingkan berbagai kategori. “Mulai dari kategori Prestasi untuk usia dini, anak-anak, pemula, hingga remaja, serta kategori Non-Prestasi yang mencakup Ganda Beregu Instansi, TNI-Polri, hingga kelas Veteran,” paparnya.
Besarnya skala acara dan tingginya antusiasme masyarakat ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru. Dalam sambutannya sebelum melakukan pemukulan shuttlecock pertama, Gubernur menyoroti keberhasilan Polda Sumsel dalam merangkul semua elemen masyarakat melalui olahraga.
”Persiapannya sungguh luar biasa. Kejuaraan ini bukan sekadar agenda institusi kepolisian, melainkan menjadi sajian yang luar biasa bagi masyarakat. Melihat ribuan peserta dan atlet yang sangat antusias berpartisipasi hari ini, ini adalah bukti nyata kesuksesan sinergitas serta kecintaan warga Sumatera Selatan terhadap olahraga,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan bahwa Kapolda Cup 2026 adalah cerminan semangat Polri yang Presisi dan humanis. ”Kejuaraan dengan lebih dari seribu peserta ini menjadi pesan kuat bahwa Polri senantiasa hadir dan tidak berjarak dengan masyarakat. Olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua. Melalui momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin semangat sportivitas, kolaborasi, dan kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga Sumatera Selatan semakin kokoh dan tak tergoyahkan,” tegas Kabid Humas.
Rangkaian acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan suguhan Badminton Dance serta Fun Game Ganda Eksekutif yang diikuti oleh jajaran pimpinan daerah lainnya, mulai dari Kabinda, Danlanal, Danlanud, hingga para pimpinan instansi vertikal, menjadikan peringatan delapan dekade pengabdian Bhayangkara di Bumi Sriwijaya ini penuh dengan kehangatan.
Melalui semangat pantang menyerah dari para atlet dan inspirasi yang dibawa oleh para legenda bulu tangkis, ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul dari Bumi Sriwijaya. Lebih dari sekadar perayaan Hari Bhayangkara ke-80, panggung olahraga ini menjadi kado indah dari Polda Sumsel untuk merawat harmoni, sportivitas, dan sinergitas tanpa batas dengan masyarakat.
Jakarta – Polri menerima penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas kontribusinya dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, yang diserahkan pada Rapat Kerja Nasional Evaluasi di Asrama Haji Jakarta Timur, Sabtu (4/7).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Mochamad Irfan Yusuf, kepada Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, sebagai representasi institusi Polri. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran aktif Polri dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga, pengamanan, perlindungan jemaah, serta penegakan hukum guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan.
Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M sekaligus memberikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Haji dan Umrah RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran demi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bekerja keras memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji. Berkat kerja sama seluruh jajaran, kita menerima banyak apresiasi atas pelayanan haji tahun ini,” ujar Dr. Mochamad Irfan Yusuf.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai unsur pendukung menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
Sepanjang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Polri berperan aktif dalam mendukung berbagai tahapan penyelenggaraan, mulai dari pengamanan proses keberangkatan dan kepulangan jemaah, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk penyalahgunaan penyelenggaraan perjalanan ibadah, hingga penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu kelancaran penyelenggaraan haji.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi tersebut, Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Ilegal. Satgas ini hadir untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan langkah preventif, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan penyelenggaraan ibadah haji secara melawan hukum. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada calon jemaah haji Indonesia.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Dr. Drs. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Polri. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh personel Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada Polri melalui Dirtipidter Bareskrim Polri.
Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus wujud kepercayaan atas sinergi yang telah terbangun dengan baik selama penyelenggaraan ibadah haji. Kami memandang penghargaan ini bukan hanya sebagai capaian institusi, tetapi juga sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kadiv Humas Polri.
Ia menambahkan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Luar Negeri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang penyelenggaraan ibadah haji.
“Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman melalui pengamanan yang optimal, perlindungan kepada jemaah, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berkeadilan. Sinergi yang kuat merupakan kunci untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, hasil evaluasi tahun ini akan menjadi dasar perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Penghargaan yang diterima Polri pada Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkementerian dan lembaga mampu menghadirkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Ke depan, Polri akan terus mendukung setiap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, sehingga seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, tertib, serta memperoleh perlindungan secara optimal sejak sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air.
Jakarta – Kapolri memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) enam Kapolda jajaran di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran di tubuh Polri guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Adapun enam Kapolda yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni:
Kapolda Aceh dari Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.;
Kapolda Sumatera Barat dari Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si. kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.;
Kapolda Jawa Barat dari Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. kepada Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.;
Kapolda Kalimantan Barat dari Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. kepada Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H.;
Kapolda Kalimantan Utara dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H.; dan
Kapolda Papua Barat Daya dari Brigjen Pol. Gatot Haribowo kepada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Ia menjelaskan, mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan tugas di tingkat kewilayahan.
“Kami berharap para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutupnya.
Jakarta – Polda Metro Jaya membentuk tim terpadu untuk menangani perkara dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap tiga orang di Percetakan Mau Print, Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Tim terpadu tersebut melibatkan unsur penyidik, Dokkes, psikologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan perkara berjalan menyeluruh, mulai dari proses hukum, pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga aspek ketenagakerjaan.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pembentukan tim terpadu merupakan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri agar perkara tersebut ditangani secara komprehensif, profesional, dan humanis.
“Bapak Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri telah membentuk tim terpadu dalam penanganan perkara dugaan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap tiga orang di Percetakan Mau Print, wilayah Senen, Jakarta Pusat. Tim ini melibatkan penyidik, Dokkes, psikologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kombes Budi, Jumat (3/7/2026).
Menurut Kombes Budi, penanganan perkara tidak hanya berfokus pada proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Polda Metro Jaya juga memastikan kondisi para korban mendapatkan perhatian, baik secara fisik maupun psikologis.
Dalam penanganan perkara ini, Tim Dokkes dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban. Sementara itu, tim psikologi memberikan pendampingan guna memastikan kondisi psikis korban tetap terpantau selama proses hukum berjalan.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menelusuri aspek hubungan kerja serta memastikan hak-hak para korban yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penegakan hukum tetap berjalan secara profesional. Di sisi lain, pemulihan korban juga menjadi perhatian kami. Ini merupakan bentuk keseriusan Polda Metro Jaya dalam menangani perkara secara transparan, menyeluruh, dan humanis,” katanya.
Kombes Budi juga mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Ia meminta semua pihak tetap tenang dan tidak mengambil tindakan di luar ketentuan hukum.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Jakarta – Patroli gabungan Brimob Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat kembali membubarkan aksi tawuran saat menyisir sejumlah titik rawan pada Sabtu (4/7/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat remaja di Jalan Pesakih, Cengkareng, berikut barang bukti berupa satu bilah celurit, satu petasan, dan satu unit telepon genggam.
Saat menyisir kawasan Cengkareng, Tim Patroli Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Barat mendapati sekelompok remaja yang diduga terlibat aksi tawuran. Petugas kemudian bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku beserta barang bukti sebelum menyerahkannya ke Polsek Cengkareng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli gabungan pada malam hingga dini hari akan terus diperkuat untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, dan tindak kriminal jalanan lainnya. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif sekaligus respons cepat terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.
“Hampir di setiap patroli, petugas menemukan dan menindak berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran. Hal ini menunjukkan patroli rutin efektif mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya
Polri mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak pada malam hari untuk mencegah keterlibatan dalam tawuran maupun tindak pidana lainnya. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.
Jakarta – Tim Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur mengamankan sejumlah pemuda yang melakukan konvoi sepeda motor di kawasan Terowongan McD, Jalan Jembatan Cipayung Raya, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026) dini hari. Rombongan tersebut terdeteksi saat personel melakukan patroli rutin di wilayah rawan gangguan kamtibmas. Ketika dihentikan untuk diperiksa, beberapa pengendara tidak dapat menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) maupun surat izin mengemudi (SIM). Tiga unit sepeda motor selanjutnya dibawa ke Polsek Cipayung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum menemukan rombongan tersebut, tim patroli gabungan telah menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur, di antaranya kawasan Kramat Jati dan Ciracas. Hingga patroli berakhir, situasi di kedua lokasi terpantau aman dan kondusif tanpa ditemukan aksi tawuran, balap liar, maupun gangguan menonjol lainnya.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli malam hingga dini hari merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari tawuran, balap liar, hingga kriminalitas jalanan. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan kepolisian agar masyarakat merasa aman saat beraktivitas maupun beristirahat.
“Kami mengedepankan langkah preventif dan penegakan hukum secara humanis. Setiap temuan di lapangan ditindak sesuai prosedur agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Polri mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan serta selalu membawa dokumen kendaraan sesuai ketentuan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan melalui Layanan Kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam.
Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas kejahatan jalanan, aksi premanisme, dan penyalahgunaan narkoba, Polsek Metro Setiabudi melaksanakan Operasi Razia Stasioner pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diawali dengan apel di halaman Polsek Metro Setiabudi dan dipimpin oleh Wakapolsek Metro Setiabudi, KOMPOL Richard S. Bengar, S.I.Kom., M.H., atas kendali Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A.
Dalam arahannya, Wakapolsek menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Personel juga diinstruksikan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti jambret, balap liar, tawuran, serta meningkatkan patroli dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu waspada.
Operasi menyasar trotoar yang dijadikan tempat berkumpul maupun parkir sepeda motor, ruas jalan yang kerap digunakan sebagai arena balap liar dan titik kumpul komunitas motor, serta lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas seperti tawuran, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. Razia dilaksanakan di Jalan Setiabudi, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Pada pukul 01.30 WIB, petugas menemukan dua unit sepeda motor, masing-masing satu Honda Vario dan satu Yamaha Mio, yang tidak memenuhi standar kelengkapan kendaraan, di antaranya menggunakan knalpot brong, tidak dilengkapi spion, serta menggunakan ban yang tidak sesuai standar. Petugas memberikan imbauan kepada pengendara agar melengkapi kendaraan sesuai ketentuan, kemudian kedua kendaraan tersebut diamankan ke Polsek Metro Setiabudi untuk proses lebih lanjut.
Hingga berakhirnya kegiatan, petugas tidak menemukan pengendara yang membawa senjata tajam maupun narkoba. Pelanggaran yang ditemukan didominasi oleh tidak lengkapnya surat-surat kendaraan serta pengendara yang tidak menggunakan helm. Secara umum situasi selama pelaksanaan operasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan operasi melibatkan 14 personel gabungan yang terdiri dari 12 personel Polsek Metro Setiabudi dipimpin oleh KOMPOL Richard S. Bengar, S.I.Kom., M.H., serta 2 personel Satpol PP yang dipimpin oleh Bapak Sutikno. Dengan adanya operasi ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi.
Jakarta Selatan – Dalam rangka mengantisipasi aksi tawuran warga, balap liar, serta mencegah kejahatan jalanan, Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan patroli skala sedang di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat dini hari.
Kegiatan patroli dipimpin oleh Pamenwas AKP Wagimin dengan pelaksana AIPTU Sugiono, S.H., yang menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Selatan.
Saat melaksanakan patroli di kawasan Taman Sambas, Kebayoran Baru, petugas mendapati sembilan remaja yang sedang berkumpul. Tim kemudian melakukan pemeriksaan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebuah dompet yang diduga berisi narkotika jenis tembakau sintetis. Barang tersebut diduga milik salah seorang remaja berusia 13 tahun. Selanjutnya, Tim Patroli Perintis Presisi melakukan tindakan awal sesuai prosedur dan mengamankan seluruh remaja tersebut beserta barang bukti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Guna penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, kesembilan remaja berikut barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polsek Kebayoran Baru untuk dilakukan pendalaman dan proses lebih lanjut.
Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli preventif sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba maupun tindak pelanggaran hukum lainnya.