Respons: dalam Pelaksanaannya, Para Peserta Didik Berkoordinasi dengan Jajaran Polda, Polres Hingga…

Polri terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
Para peserta didik tersebut diterjunkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 198 personel tersebut ditempatkan di empat Polda prioritas, yakni Polda Kalimantan Barat sebanyak 103 personel, Polda Kalimantan Tengah 48 personel, Polda Kalimantan Timur 10 personel, dan Polda Sumatera Selatan sebanyak 37 personel.
Dalam pelaksanaannya, para peserta didik berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres hingga Bhabinkamtibmas untuk mendatangi masyarakat secara langsung.
Edukasi dilakukan melalui dialog dan pembinaan dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Trunoyudo menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, edukasi, pemantauan, deteksi dini, penanganan dan pemadaman, hingga penegakan hukum.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar api dapat dicegah sebelum menyala dan meluas.